Friday, December 17, 2010

Sekadar Renungan



  
"Berdoalah kepada ALLAH dan hendaklah kamu percaya bahawa ALLAH tidak akan
memperkenankan doa dari hati orang yang lalai dan lengah."


Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada
murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada
kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada satu
permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan
ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya
angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!".. Murid muridnya pun mengerti
dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri
tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali
berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah
"Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan
diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan
sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan
tidak lagi kekok.Selang beberapa saat, permainan berhenti.

Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat
Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas
membezakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita
dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu,dari yang haq menjadi bathil,
dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal
tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh
mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda
mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik
dan menukar nilai dan ketika. "Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi
sesuatu yang pelik, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi
hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan
dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib
adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain."

"Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit
menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" Tanya Guru
kepada murid-muridnya. "Paham cikgu..."

"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan. "Cikgu ada Qur'an,cikgu
akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet.
Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah
tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternatif
dengan tongkat,dan lain-lain. Akhirnya Guru memberikan jalan keluar,
digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak
karpet." Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. ..
Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terang. ..
Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan
rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda
perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sedar.

"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat.
Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn
tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu,
kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah
dihancurkan. .."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghentam
terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari
perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda
muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang
mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena
Ghazwul Fikri Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh
kita... "

"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?" Tanya murid-
murid.

"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib,
Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi.""Begitulah Islam...
Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar, akhirnya hancur.
Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak,
baru mereka akan sedar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa
dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik takala anak-anak itu
keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di
kepalanya...

RENUNGILAH SAHABAT SEMUA.

1 comment:

  1. bijak cekgu tu.
    cara tu boleh jgak kita guna nnt.hehe :)

    ReplyDelete